<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=23639906&amp;blogName=TO+SHARE+WITH+FELLOW&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://yogya-indonesia.blogspot.com/search&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http://yogya-indonesia.blogspot.com/&amp;vt=-1515722429349696955" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Zhang Da Kisah Seorang Anak Teladan

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

“Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”


Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.”

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

“Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!”

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.


Sumber:
ridwanraharjo

Selengkapnya...

Apalah arti sebuah nama ?


William Shakespeare bilang, apalah arti sebuah nama. Tapi jangan salah. Nama bayi itu akan melekat sepanjang hidupnya. Jadi jangan sembarangan memberi nama bayi. Mungkin orang tua kita jaman dulu ada yang "asal" saja memberi nama. Berikut tips yang sebaiknya anda pertimbangkan sewaktu memilih dan menentukan nama bayi anda:

•Indah di dengar dan serasi. Pilihlah nama yang terdengar indah sewaktu diucapkan dan serasi dengan nama keluarga anda, bila anda menggunakan nama keluarga dibelakang nama yang akan anda pilih

•Unik , Memilih nama yang unik tetap ok asalkan i tetap indah didengar, serasi dan mudah diucapkan. Unik tidak berarti menjadi nama yang terdengar aneh atau sulit diucapkan.

•Makna Positif , dalam kehidupan. Memilih nama yang mengandung makna dan arti yang positif untuk kehidupan, ini salah satu yang penting, jangan memberi nama yang mengandung arti dan makna buruk. Ingat nama ini akan dibawa selamanya oleh anak anda
•Nama panggilan yang mudah, pilihlah nama yang mudah untuk mengambil nama singkat atau panggilan sehari-hari.

•Pengucapan Yang Mudah. Pilihlah nama yang mudah untuk diucapkan.

•Memilih nama bagi anak laki dan perempuan, Pertimbangkn untuk memilih nama yang menunjukkan jenis kelamin yang jelas.

•Tampunglah semua ide-ide nama yang ada dengan suatu daftar list, bisa dari majalah, tv, atau keluarga dan teman anda. Sebaiknya JANGAN memberitahu dahulu keputusan nama yang akan anda berikan kepada siapapun sampai kelahiran si kecil anda. Dan JANGAN membiarkan siapapun memaksa anda untuk memberikan nama yang anda tidak suka.

Berikut beberapa Tips Memilih Nama Bayi dalam Islam:
•Sebaik-baik nama adalah 'Abdullah dan 'Abdurraĥmaan (Al-Hadits)
•Nama yang paling sesuai adalah Ĥarits dan Hammaam (Al-Hadits)

•Nama yang paling buruk adalah Ĥarb dan Murrah (Al-Hadits)

•Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits)

•Dilarang menggunakan nama-nama bayi yang memiliki arti buruk

•Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti 'Abdul Ka'bah, dan sebagainya

•Dilarang menggunakan Asmaa-ul Ĥusnaa jika tidak memakai 'Abdu di depannya

•Sebaiknya tidak menggunakan nama-nama malaikat

•Dianjurkan untuk tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi Islam di zaman Nabi SAW adalah singkat

•Karena nama bayi Islam adalah dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan "Endonesia" secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut

Semua hal diatas hanya tips untuk membantu mempermudah anda berdua dalam memilih nama bayi anda. Yang terpenting sewaktu anda berdua memilih dan memutuskan nama bayi anda adalah bahwa anda berdua menyukainya.

download kumpulan nama- nama islami

Sumber : parablogger&delvinag



Selengkapnya...

Sebuah kisah penuh makna "

Siang itu siang bulan agustus yang benar-benar sangat panas di New York City, hari yang membuat orang mandi keringat dan bersungut- sungut karena merasa tidak nyaman. Saya sedang berjalan pulang ke hotel, dan sewaktu melangkah memasuki bis yang menuju Madison Avenue, saya dikejutkan oleh pengemudinya, seorang pria kulit hitam setengah baya yang tersenyum penuh semangat dan menyambut saya dengan sapaan ramah, “Hai! Apa kabar?”, sapaan yang diberikannya kepada setiap orang yang memasuki bisnya sewaktu bi situ merayap menembus kepadatan lalu lintas ditengah kota. Setiap penumpang sama terkejutnya seperti saya, dan, karena terpengaruh suasana murung siang itu, sedikit saja yang membalas sapaannya.
Teapi, sewaktu bis berjalan pelan- pelan di kemacetan lalu lintas menuju wilayah pemukiman, terjadilah perubahan pelan yang agak mencengangkan. Pengemudi tersebut menciptakan monolog yang lincah untuk menyenangkan kami, komentar memikat tentang pemandangan yang berlaku dihadapan kami: ada obral menarik di took itu, pameran hebat di museum ini, sudahkan anda mendengar tentang bioskop yang baru saja dibuka di blok sini? Rasa senangnya pada banyaknya kemungkinan yang ditawarkan oleh kota itu menular. Pada saat turun dari bis, setiap penumpang secara bergiliran menanggalkan wajah murung ketika memasuki bis, dan saat pengemudi itu berseru “Sampai jumpa, semoga sukses!” masing- masing membalas dengan senyuman.
Kenangan peristiwa tersebut tersimpan di benak saya selama hamper 20 tahun. Ketika saya naik bis di Madison Avenue itu, saya baru saja menyelesaikan program doctor dibidang psikologi… tetapi kecil sekali perhatian terhadap psikologi saat itu mengenai bagaimana perubahan semacam itu dapat berlangsung. Psikologi hanya sedikit saja tahu, atau sama sekali tidak tahu, mengenai mekanisme perasaan. Namun, membayangkan virus rasa riang yang menyebar menembus kota besar itu, yang dimulai dari penumpang- penumpang di bisnya, saya menganggap bahwa pengemudi bis ini semacam pembawa damai di kota, dengan kemampuan luar biasa untuk mengubah suasana mudah marah dan membosankan yang merasuki penumpang- penumpangnya, membuat mereka agak santai dan sedikit berlapang dada.
Berita yang sampai kepada kita setiap hari penuh dengan laporan tentang lenyapnya sopan santun dan rasa aman, menyiratkan adanya serbuan dorongan sifat jahat. Tetapi, dalam skala yang lebih besar, berita itu sekedar memberi gambaran adanya emosi- emosi yang pelan- pelan tak terkendalikan dalam kehidupan kita sendiri dan dalam kehidupan orang- orang sekitar kita. Tak ada orang yang mampu bertahan dari gelombang ketidaktentuan ledakan kemarahan dan sesal ini, gelombang ini menembus sisi- sisi kehidupan kita dengan segala cara.
Dasawarsa terakhir ini telah mencatat rentetan laporan semacam itu, mencerminkan meningkatnya ketidakseimbangan emosi, keputusasaan, dan rapuhnya moral di dalam keluarga kita, masyarakat, dan kehidupan kita bersama. Tahun- tahun ini telah merekam meningkatnya tindak kekerasan dan kekecewaan, entah dalam kesepian anak- anak yang terpaksa ditinggal sendiri atau diasuh babysitter dan televise, atau dalam kepahitan anak- anak yang disingkirkan, disia- siakan, atau diperlakukan dengan kejam, atau dalam keintiman tak lazim dari tindak kekerasan dalm perkawinan. Meluasnya penyimpangan emosional terlihat pada melonjaknya angka tingkat depresi diseluruh dunia dan pada tanda- tanda tumbuhnya gelombang agresivitas… pemuda berumur belasan bersenjatakan senapan di sekolah- sekolah, kecelakaan di jalan bebas hambatan yang berakhir dengan tembak- menembak, mantan karyawan yang membantai bekas rekan- rekan sekerja. Penganiayaan emosi, penembakan di jalan- jalan, dan stress pascatrauma semuanya termasuk dalam kosakata lumrah selama dasawarsa terakhir ini, ketika slogan zaman ini beralih dari seruan gembira “Selamat bersenang- senang” menjadi “Mari bersenang- senang” dengan nada tak sabaran.
Saya telah melacak kemajuan pemahaman ilmiah kita tentang wilayah tak rasional. Melalui pengamatan itu, saya dikejutkan oleh dua kecenderungan yang berlawanan, yang satu menggambarkan meningkatnya bencana dalam kehidupan emosional masyarakat, dan kecenderungan lainnya menawarkan beberapa penyembuhan yang memberikan harapan.


-daniel goleman-
-penggalan isi buku karya daniel goleman ini sengaja saya angkat karena tampaknya apa yang menjadi topik bahasan sangat relevan dengan apa yang telah berlaku di Indonesia belakangan ini-


Selengkapnya...

Kritik adalah tugas

Dia adalah seorang insinyur berpengalaman, kepala proyek pengembangan perangkat lunak, dan sedang menyajikan hasil kerja timnya selama berbulan- bulan di hadapan wakil presiden untuk bidang pengembangan produk. Anak buahnya, yang telah menempuh hari- hari kerja yang melelahkan selama berminggu- minggu ikut mendampinginya, dengan bangga menyajikan buah karya mereka. Tetapi, sewaktu insinyur itu rampung menyelesaikan presentasinya, sang wakil presiden menatapnya dan bertanya dengan nada sarkatis, “Berapa lama kamu lulus dari perguruan tinggi? Spesifikasi ini tak bermutu. Saya takkan menyetujuinya.”
Insinyur tersebut, merasa amat malu dan patah semangat, duduk dengan wajah muram sepanjang sisa rapat, berdiam diri. Para anak buahnya dalam timnya mengajukan berbagai macam pernyataan… dan sebagian bernada memusuhi… untuk membela usaha mereka. Wakil presiden itu kemudian dipanggil keluar dan rapat itu terhenti mendadak, menyisakan kepahitan dan amarah.
Selama dua minggu berikutnya, insinyur itu terganggu oleh pernyataan si wakil presiden. Patah semangat dan depresi, ia yakin bahwa ia tak akan pernah mendapat tugas penting lainnya di perusahaan tersebut, dan berpikir untuk mengundurkan diri, meskipun ia menikmati pekerjaannya di situ.
Akhirnya, insinyur itu menghadap si wakil presiden, mengingatkannya tentang rapat dahulu itu, pernyataan- pernyataannya yang bernada mengkritik, dan efeknya yang mematahkan semangat. Kemudian, insinyur itu mengajukan pertanyaan yang disusunnya dengan hati- hati: “Saya sedikit bingung mengenai yang Bapak inginkan. Tampaknya Bapak bukan sekedar berusaha mempermalukan saya… apakah Bapak mempunyai sasaran yang lain?”
Wakil presiden itu terperanjat… ia tak tahu bahwa pernyataannya, yang dilontarkannya untuk main- main, telah begitu banyak merusak. Padahal, ia menganggap bahwa rencana perangkat lunak itu cukup menjanjikan, tetapi membutuhkan kerja lebih keras… ia tidak bermaksud meremehkannya sebagai hal yang tidak ada nilainya sama sekali. Menurutnya, ia sama sekali tak menyadari bahwa reaksinya sungguh menyakitkan, dan bahwa ia telah melukai perasaan banyak orang. Dan, meskipun terlambat, ia minta maaf.

-daniel goleman-


Selengkapnya...

Kecerdasan

Kecerdasan antarpribadi adalah kemampuan untuk memahami orang lain: apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu- membahu dengan mereka. Tenaga- tenaga penjualan yang sukses, politisi, guru, dokter, dan pemimpin keagamaan semua cenderung orang- orang yang mempunyai kecerdasan antarpribadi yang tinggi. Kecerdasan intrapribadi… adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebut adalah kemampuan membentuk suara model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri serta kemampuan untuk menggunakan model tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupan secara efektif.

-daniel goleman-

Selengkapnya...

Dua jenis pikiran kita

Dewa Jupiter telah memberikan jauh lebih banyak nafsu daripada nalar… barangkali dengan perbandingan 24 lawan satu. Ia mendudukan dua tiran bengis untuk melawan kekuasaan tunggal Nalar: amarah dan nafsu. Seberapa gigih Nalar dapat melawan kekuatan gabungan dua daya ini diperjelas oleh kehidupan sehari- hari manusia. Nalar melakukan satu- satunya hal yang dapat dikerjakannya dan berteriak- teriak nyaring kepada dirinya sendiri, mengulang- ulang tentang norma- norma kebajikan, sementara dua yang lainnya membiarkan Nalar sibuk sendiri, dan semakin lama semakin rebut serta berani, sampai pada akhirnya Penguasa mereka kehabisan tenaga, menyerah, dan pasrah.


-daniel goleman-



Selengkapnya...

Maju Tak Gentar

Maju Tak Gentar(MTG) adalah nama tim aku ketika maju dalam National BEST Award 2009. BEST itu sendiri kepanjangan dari Bussiness Excelence Through Speed and Teamwork. Sebuah ajang adu kreativitas dalam meng- improve suatu hal, ya seperti LKTI(Lomba Karya Tulis Ilmiah) jika kita ingat semasa mahasiswa. Even tahunan ini digelar tepatnya pada 11- 13 Desember 2009. Sebenarnya ini adalah ide yang briliant sebuah perusahaan peduli pada pengembangan personal karyawan disamping pengembangan unit bisnisnya, mengapa demikian? karena jika keduanya dapat berkembang seiring dan serasi dijamin sebuah perusahaan akan terus mampu mempertahankan existensinya.

Tapi aku tidak akan membahas panjang lebar mengenai hal tersebut… meski belum beruntung satu hal positif yang tidak akan pernah aku lupakan adalah KEBERSAMAAN

Postingan ini saya tujukan buat para sahabat di tempat kerja yang lama
Tetap semangat… Kejayan, BISA’








Selengkapnya...

Enak gak enak jadi pekerja

Tepatnya udah 1 tahun 2 bulan ini aku kerja di pabrik yang namanya hampir udah pasti di kenal semua orang… perusahaan besar yang bergerak dibidang makanan berbasis susu… gaji, lumayan… memenuhi standar… tunjangan transport& makan, lumayan… tunjangan kesehatan, juga lumayan… THR, gaji ke- 13 dan jatah outing… semua ada… yah standar perusahaan Nasional lah... gak jelek juga gak luar biasa… cukup. Kalo’ diingat- ingat rupanya aku dah merasakan hampir semua jenis pekerjaan… mulai dari valas… direct marketing… bimbel… event organizer… pariwisata… perbankan dan sekarang di pabrik. Jika ditanya mana yang paling enak? Tentu gak ada yang enak bagiku…

namanya kerja pada orang… semua serba kaku… bikin capek badan dan pikiran… jadi ingat kata cendekiawan… ‘jadi kuli dinegeri sendiri’… kurang lebih seperti itulah… gaji pas buat makan dan bayar tagihan… mau nabung mesthi kencangkan ikat pinggang… huhh… capek dech.
Apalagi ditempat kerjaku saat ini… kalo’ gak bisa menata diri bisa berabe fisik ini… kerja pake’ otot… otak gak bisa berkembang dan udah pasti badan perlu dipijat tiap malam… karir boleh dibilang gak ada peluang… posisi cuma satu dan yang antri seribu… itupun muncul jika ada yang pensiun, mundur atau mati terbujur kaku alias nyawa lepas dari raga… semua tampak gak jelas… apa kata boss itulah yang berlaku... beruntunglah bagi mereka yang bermuka dua alias penjilat yang tak tahu malu. Tapi aku percaya semua telah diatur… tak ada yang namanya kebetulan… siapa sich yang tau apa yang kan terjadi kemudian? Iya nggak? Yang penting kerja… serius… doa… pasti semua kan baik- baik saja… seperti kata RATU



Selengkapnya...

Menggagas format ekonomi yang berkemandirian

Tema ini pernah diangkat tanggal 7 Februari 2004 dalam satu semi­nar di Wisma Sargede Yogyakarta yang dilaksanakan dalam rangka launching suatu lembaga kajian S2E (Study Sosial Ekonomi). Lembaga ini dimotori oleh para rnahasiswa Fak. Ekonomi Univer­sitas Cokroaminoto Yogyakarta. Tulisan berikut adalah poin- poin terpenting yang terungkap dalam forum tersebut.

Sebagai awal pembicaraan saya, pertama saya mengucapkan selamat atas lahirnya satu Study Sosial Ekonomi (S2E). Harapan saya wadah ini bukan lagi menjadi menara gading yang ujungnya tidak jelas. Saya berharap orang-orang yang terlibat pada lembaga baru ini mampu memberikan kontribusi pemikiran-pemikirannya untuk perbaikan bersama negeri ini. Apa yang diharapkan dan menjadi tujuan dan lembaga ini saya support sekali Saya menangkap satu format dimana Andalah yang akan memegang sejarah masa depan negeri ini dan masing-masing kita juga mengambil peran sesuai amal kita dengan perbuatan kita, sesuai dengan pekerjan kita masing-masing, karena semua itu adalah investasi bagi Indonesia masa kini dan masa datang.

Saya menderivasikan kembali tema yang diberikan kepada saya, karena tema Menggagas Format Ekonomi Indonesia yang Berkemandirian bagi saya masih sangat membingungkan. Saya merasa bingung karena terlalu luas cakupannya. Artinya, yang saya maksud membingungkan di sini adalah format kemandirian yang seperti apa? Sesuai aturan kita adalah Negara yang berdaulat, namun dari sisi ekonomi kedaulatan kita sudah dirampas orang lain. Kita semua dari sisi ekonomi sudah tak memiliki darah yang segar. Hidup kita sudah tergadai dengan dolar, sudah tergadai dengan barang barang impor dan pergaulan ekonomi kita juga sudah larut pada dunia yang asing dari kepribadian kita. Karena itulah format kemandirian menjadi sangat tidak jelas.

Satu fakta kongkrit yang kita alami bersama bahwa setiap ganti penguasa kita tetap mengandalkan utang luar negeri. Kita belum pernah membangun dengan semata-mata mengandalkan kemampuan cash yang cukup. Kita ingin cepat maju tetapi dengan cara hutang pada orang lain. Sumber pengembaliannya masih akan dicari dan yang membantu mencarikan penghasilari kita orang lain juga yang tak kalah liciknya dengan menggaruk komisi yang teramat besar. Sehingga negeri ini terkenal sebagai negeri kampiun penghutang. Sampai-sampai setiap bayi yang lahir di negeri ini sesungguhnya sudah menanggung hutang jutaan rupiah.

Negeri ini sampai saat ini masih menjadi anak emas Inter­national Monetary Fund (IMF) dan negeri- negeri donatur lain. Kenapa IMF senang memelihara Indonesia? Ketika IMF mau dicerai, mereka tidak mau. Kenapa mereka tidak mau lepas dari Indonesia? Karena keuntungannya yang besar bila Indonesia tetap bisa menjadi bulan- bulanan, bahkan tahun- menahunsebagai sapi perahnya. Kita dihisap terus oleh mereka dan kita semakin tak berdaya. Itu semua merupakan grand design terhadap negeri ini, supaya negeri ini tidak pernah secara ekonomi menjadi Negara yang berdaulat. Kita akan dikuyo- kuyo oleh mereka, kita akan dibuat tak berdaya berhadapan dengan mereka, kita akan dibuat selalu bergantung dengan mereka, kita akan selalu menjadi sapi perahan orang asing itu. Kalau dahulu kita dijajah secara fisik dengan hadirnya bangsa-bangsa kolonial seperti Belanda, Jepang, Portugal dll, kini kita dijajah secara ekonomi, budaya dan politik lewat arus informasi dan tekanan psikologis yang membuat kita seperti kehilangan darah kemandiriannya.

Dalam format yang lebih kecil kemandirian kita tidak terbangun lewat budaya entrepreneurship yang sehat. Pendidikan entrepreneurship dibangku sekolah tidak ada. Kalau pun ada, pendidikan kewirausahaan ini sangat terbatas. Kalau Anda di Uni­versitas Cokroaminoto misalnya di Fakultas Ekonomi ada pelajaran aneka macam terkait dengan ekonomi, tetapi keluar dari fakultas ekonomi Anda tidak akan menjadi pengusaha, tetapi Anda menjadi pekerja, pencari kerja dan yang terbanyak tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Berapa alumni fakultas ekonomi di negeri ini yang keluar dari kampusnya hanya menjadi kuli? Kenapa bisa demikian adanya? Karena kita di kampus tidak pernah diajari bagaimana menjadi penjual. Mental kita terbangun sebagai mental pembeli dan bukan mental seorang penjual. Kurikulum dan sistem pendidikan nasional kita hanya memungkinkan sekali tumbuh suburnya pekerja- pekerja yang ingin kaya secara instan.

Saya memiliki seorang teman yang pekerjaannya sebagai pemborong jalan raya. Dia pernah bertutur kepada saya, bahwa kalau memiliki proyek senilai 1 miyar untuk membangun jalan atau membangun gedung maka yang betul-betul ditanamkan di jalan atau yang betul-betul menjadi gedung itu hanya 30 % - 40 % saja. Kemanakah yang 60 % - 70 % dana pembangunan proyek itu? Yang pasti banyak yang menguap tak ada pertanggungjawabannya secara benar. Secara formal mereka legal dan bisa tidak terjerat oleh hukum Negara, namun demikian secara moral mereka tidak mungkin bohong terhadap hati nuraninya yang berbuat korup seperti itu.
Sekali lagi, perilaku anak-anak bangsa yang ingin kaya secara in­stant dan sukses secara instant adalah wujud perilaku- perilaku nega­tif yang bisa membahayakan masa depan negeri ini. Masih diperlukan kerja keras untuk membangun moralitas bangsa ini di masa depan.

Contoh lain adalah kalau Anda lulus dari Universitas yang bonafide sekalipun. Dengan mengantongi ijazah sarjana, Anda yang orang tuanya seorang petani kecil di desa, menanam padi,menanan pala wija sepenti singkong misalnya, dan Anda sekolah sampai sarjana karena perjuangan orang tua Anda yang secara ekonomi sangat pas- pasan, setelah lulus dari kampus, apakah Anda mau meneruskan bertani seperti orang tua Anda? Bagi Anda yang lulus dari fakultas pertanian pun, banyak yang orang tuanya petani. Begitu lulus menjadi sarjana pertanian mereka tidak mau bertani seperti orang tuanya. Mereka lebih memilih menjadi wartawan, menjadi pekerja bank dan sebagainya. Kenapa Anda yang sarjana pertanian tidak membesarkan dunia pertanian? Padahal kita tahu bahwa ada banyak masalah di dunia pertanian kita sehingga petani-petani kita sampai sekarang tak berdaya menghadapi persoalannya sendiri Orangtua Anda yang hanya tamat SMP saja mampu mensarjanakan Anda lewat pertaniannya, kenapa Anda yang sarjana justru tak mampu berbuat banyak terhadap dunia yang sudah selama ini membesarkan Anda?

Kalau orang tua Anda di rumah berhasil mensarjanakan Anda dengan berdagang barang-barang kelontong di pasar kecil di kota Anda, mereka berhasil menghantarkan kesarjanaan Anda dengan berdagang sayur-sayuran, sembako, bumbu masak dan sebagainya kenapa Anda setelah menjadi sarjana tidak meneruskan pekerjaan orangtua Anda? Anda malu atau merasa tak memiliki bakat seperti orang tua? Orang tua Anda yang sekolahnya tidak setinggi Anda saja mampu menghantarkan Anda menjadi sarjana lewat pekenjannya seperti itu, kenapa Anda yang orang tuanya sebagai pedagang kelontong tidak berpikir dan berupaya menjadikan dagangan orang tua anda itu menjadi supermarket atau hypermarket? Anda yang orang tuanya menjadi pedagang sayur mayur, kenapa tidak Anda jadikan profesi penjual sayuran itu diperbesar menjadi pemasok sayur mayur di seluruh gerai- gerai supermarket dan pasar swalayan? Anda yang sarjana karena orang tua Anda berprofesi pedagang beras, kenapa Anda tidak berupaya membesarkan dagangan orang tua Anda menjadi perdagangan beras antar pulau atau antar negera? Dan kalau Anda menjadi sarjana karena orang tua Anda yang benpendidikan hanya SD sebagai pedagang warung kopi di pinggir gang pojok kampung, kenapa tidak Anda jadikan besar dan terkenal sehingga bisa diwaralabakan seperti halnya Starbach?

Orang tua Anda tidak mau membesarkan bisnisnya kemungkinan karena wawasan keilmuannya tidak sampai atau tidak mampu melakukannya, tetapi Anda yang sudah sarjana, semestinya mau dan mampu berpikir besar, untuk membesarkan bisnis yang sudah ada. Karena sesungguhnya juga banyak bisnis besar dimulai dari kaki lima, emperan toko dan pinggir gang kampung. Coba Anda lihat yang namanya Supermarket Hero. Oleh pendirinya, Mr Kurnia, dimulai dari warung kecil di emperan toko, layaknya kaki lima yang Anda kenal saat ini. Perjuangannya yang luar biasa, kegigihannya yang tak kenal menyerah dan impian- impian besarnya, kini Hero menjadi tokoh dan pelopor perdagangan retail terbesar dan termodern di Indonesia.

Apa yang membedakan semua itu? Yang membedakan adalah Anda seorang sarjana yang pendidikannya relatif lebih baik dari orang tua Anda. Semestinya Anda juga memiliki kemampuan yang lebih baik dari orangtua Anda. Yang membedakan berikutnya adalah hanyalah soal besar dan kecilnya barang dagangan. Dagangan besar dan dagangan kecil produknya sama saja. Yang berbeda adalah pikiran Anda yang seharusnya berpikir besar. Kita ini kadang hanya berpikir besar saja tidak mampu. Hanya untuk bermimpi besar saja kita tak berani. Hanya untuk bercita-cita menjadi besar saja kita tak berdaya. Hanya untuk maju menjadi orang besar saja kita sudah takut dan kalah sebelum perang.

Apa jadinya kalau orang-orang muda seperti Anda berpikir besar saja tidak mampu Anda lakukan? Apa jadinya negeri ini kelak, kalau orang-orang berpendidikan tinggi seperti Anda cara berpikir dan cara bertindaknya adalah cara-cara berpikir dan bertindaknya orang kecil dan lemah? Apa jadinya kalau orang seperti Anda berpikir dan bertindak mandiri saja sudah tak mampu Anda lakukan? Salah satu berpikir dan bertindak besar adalah berpikir dan bertindaklah sebagai pengusaha.

Pendidikan kita tidak mengajarkan entrepreneurship. Pendidikan kita, silabus dan kurikulumnya hanya berisi teori- teori yang sangat hebat tentang bisnis. Bagaimanapun hebatnya teori bisnis ya tetap saja teori. Tanpa dipraktekkan teori itu hanya menjadi onggokan kertas yang tak berarti. Banyak buku-buku yang dikarang oleh para professor, doktor, dosen ekonomi dan para kampiun teori, tetapi tetap saja pada dataran ril mereka bukan pelaku ekonomi produktif. Mereka hanya pelaku ekonomi konsumtif, yang tak berdaya menghadapi persaingan dan gempuran peperangan bisnis.

Nyali kita kecil, keberanian kita kecil dan kita tumbuh sebagai penakut-penakut yang luar biasa. Sampai-sampai hanya untuk bermimpi dan berpikir besar saja kita tidak memiliki keberanian untuk itu.

Untuk bicara ekonomi Indonesia yang mandiri kita tidak perlu terlalu idealis dengan menyalahkan presidennya yang tidak pinter, menteri yang tidak becus, DPR yang hanya tidur atau siapapun yang akan Anda jadikan kambing hitam kesalahan. Mari kita bicara dari diri kita sendiri, dari masing- masing pribadi kita, dan dari apa yang kita lakukan setiap harinya.
Kalau Anda tamat dari perguruan tinggi terima ijazah, menfoto copy dan melegalisirnya sebanyak- banyaknya untuk melamar pekerjaan maka itu artinya apa yang kita lakukan tidak akan membuat kita mandiri. Dengan menawar- nawarkan ijazah kepada perusahaan atau instansi pemerintah itu artinya kita siap menjadi karyawan dan belum siap menjdi pengusaha. Dengan menulis lamaran dan mengirimkannya ke banyak perusahaan setelah kelulusan sekolah Anda itu sama artinya Anda tidak menjadikan upaya menjadi pengusaha sebagai upaya yang Anda prioritaskan. Dengan menenteng amplop coklat atau stop map lamaran kerja sama artinya Anda memasuki dunia yang akan memasung Anda dengan rutinitas sebagai karyawan.
Apakah ijazah itu yang Anda cari dari sekolah Anda? Apakah selembar ijazah itu yang akan Anda jadikan sebagai gantungan kehidupan Anda? Apakah ijazah itu yang akan membuat Anda bekerja dan memperoleh uang? Apakah dengan gelar akademik yang berderet itu yang membuat karier Anda menjulang tinggi? Saya kira tidak. Ijazah hanyalah selembar tanda kalau Anda sudah menyelesaikan studinya pada tingkatan tertentu. Hanya itu fungsinya. Anda memperoleh uang dan pekerjaan adalah karena kemampuan dan kredibelitas Anda yang memang Iayak untuk itu.Coba mari kita mengaca diri untuk mengukur seberapa bisa kemampuan kita untuk mandiri. Bermula dengan demikianlah kita akan bisa bangkit sebagai bangsa yang bermartabat. Hanya dengan menjadi bangsa yang berdaulatlah kita pada waktunya kita menjadi bangsa yang besan. Saya yakin kita pasti bisa. “Bersama kita bisa !!“ Begitu kata Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Yusuf Kalla saat kampanye menjelang terpilihnya mereka menduduki kursi RI- 1 dan RI- 2 lewat pemilu yang baru pertama kali secara langsung tahun 2004.
To be The Moslem Entrepreneur
Gambar by newblueprint


Selengkapnya...

Akankah 2009 jilid 2 krisis 1998 ?

Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari
dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in.

Singkatnya gini deh:

Kondisi ekonomi
1.Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.

2.Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3.Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapura. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila
pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore, Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.

4.Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5.Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi

Artinya Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:

1)Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.

2)Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal...so, pegang cash.

3)Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,....eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya

4)Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah untuk deposito aku saranin:

I.Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.

II.Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang....lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bias dishare ke bokap atau nyokap.

5)Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia, mereka kan butuh dollar supaya bias dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Rumor:

Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.

Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:

Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran...

Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia. Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bias timbal balik beli barang kita. Dong kan? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari hina karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia. Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. ..amakan dulu perut.

Investasi;

Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi...tapi kali ini memang lama....minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.

Jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.

Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

Oleh: Gusta
Gambar by pantjasurya


Selengkapnya...

Abstrak

ABSTRAK

ANALISIS PERLAKUAN PANAS ROL
ALAT PELENGKUNG PIPA


Oleh
Joko Susanto
005 313 006



Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan pengujian terhadap rol sebelum maupun setelah proses perlakuan panas serta mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja alat pelengkung pipa. Selama ini banyak metode perlakuan panas (Heat Treatment) yang diterapkan pada sebuah bahan guna memaksimalkan kemampuan bahan tersebut, terkait dengan usaha mencapai kemampuan yang maksimal sebuah alat atau mesin. Dalam hal ini rol- rol pada alat pelengkung pipa juga dikenai perlakuan panas dengan tujuan meningkatkan kemampuannya, baik nilai kekerasannya maupun nilai ketahanannya terhadap keausan. Untuk itulah perlu diadakan analisis perlakuan panas terhadap rol- rol tersebut dengan maksud selain untuk mengetahui proses apa saja yang terjadi ketika rol dipanaskan juga meneliti apakah benar terjadi perubahan kemampuan pada rol setelah adanya perlakuan panas kemudian apa dampak perubahan itu terhadap kemampuan alat secara menyeluruh.

Rol- rol pada alat pelengkung pipa terbuat dari baja bohler EMS 45, dimana kandungan baja ini terdiri atas karbon 0, 48% ditambah unsur campuran berupa silicon 0, 30% dan mangaan 0, 70%. Untuk memaksimalkan kemampuan bahan ini maka kita keraskan (hardening) pada suhu 830 0C dengan holding time selama 20 menit kemudian kita dinginkan dengan media pendingin air. Selanjutnya diteruskan proses penemperan sebanyak 2 kali pada suhu 200 0C selama 1 jam dengan media pendingin udara bebas.

Efektif tidaknya perlakuan panas dibuktikan dengan mengadakan pengujian. Sebelum bahan diperlakukan panas diketahui bahwa nilai kekerasannya adalh 17, 675 HRC kemudian setelah proses perlakuan panas nilai kekerasannya meningkat menjadi 54 HRC. Hal ini membuktikan bahwa proses perlakuan panas terhadap rol mampu meningkatkan kemampuan rol.


Selengkapnya...

Good Corporate Governance

Adalah perusahaan sekaliber Enron (perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di AS) yang berusaha memanipulasi data laporan perusahaannya hanya demi selalu berpenampilan sehat. “Perfor­mance yang sehat” ala menajemen Enron telah berhasil meningkatkan penjualan sahamnya di bursa efek Wall Street, AS. Namun apa sesungguhna yang terjadi? Manajemen Enron bebenapa kali membuat laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kenyataan alias bohong dan tidak jujur. Anehnya, perilaku perusahaan yang buruk itu diikuti juga oleh banyak perusahaan lain. Bagaimana mungkin perusahaan yang mengalami kerugian namun bisa dinyatakan untung? Manajemen Enron rupanya benbohong pada publik. Dengan bensekongkol bersama akuntan publiknya Enron berhasil mengecoh publik dengan membuat laporan yang direkayasa benar. Akibat dari kasus ini, Enron dinyatakan pailit dan bangkrut dengan kerugian ratusan triliun, dan kurun berikutnya terjadi gelombang ketidakpercayaan public pada perusahaan Enron dan juga kepada banyak perusahaan lain yang suka memanipulasi data yang sebenarnya.

Apa yang terjadi kemudian? Guncanglah dunia dengan kejadian yang memalukan itu. Atas kejadian itu dan kejadian- ­kejadian dengan modus yang serupa di berbagai Negara maka kemudian lahirlah gagasan Good Corporate Governance. Kasus Enron akhirnya menjadi pembelajaran bagi semua pelaku bisnis dunia,bahwa sesungguhnya pengelolaan bisnis yang baik dan benar memang diperlukan i’tikad yang baik dan benar dari para pelakunya.

Apakah sesungguhnya Good Corporate Governance itu? Bila diterjemahkan secara awam bisa diartikan antara lain dengan istilah Mengurus Perusahaan Secara Baik. Bagaimana mengurus penusahaan secara baik? Di sinilah GCG mengajarkan prinsip- prinsipnya, yaitu:

1. Transparansi
Yaitu mengelola perusahaan secara transparan dengan semua stake holders (orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan aktifitas perusahaan). Di sini para pengelola perusahaan harus berbuat secara transparan kepada penanam saham, jujur apa adanya dalam membuat laporan usaha, tidak manipulatif. Keterbukaan informasi dalam proses pengambilan keputusan dan pengungkapan infomasi yang diangap penting dan relevan.

2. Accountability
Yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban dalam perusahaan, sehingga pengelolaan perusahaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Manajemen harus membuat job description yang jelas kepada semua karyawan dan menegaskan fungsi-fungsi dasar setiap bagian. Dari sini perusahaan akan menjadi jelas hak dan kewajibannya, fungsi dan tanggung jawabnya serta kewenangannya dalam setiap kebijakan perusahaan.

3. Responsibility
Yaitu menyadari bahwa ada bagian- bagian perusahaan yang membawa dampak pada lingkungan dan masyarakat pada umumnya. Di sini perusahaan harus memperhatikan amdal, keamanan lingkungan, dan kesesuaian diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat. Perusahaan harus apresiatif dan proaktif terhadap setiap gejolak sosial masyarakat dan setiap yang berkembang di masyarakat.

4. lndependensi
Yaitu berjalan tegak dengan bergandengan bersama masyarakat. Perusahaan harus memiliki otonominya secara penuh sehingga pengambilan- pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan otoritas yang ada secara penuh. Perusahaan harus berjalan dengan menguntungkan supaya bisa memelihara keberlangsungan bisnisnya, namun demikian bukan keuntungan yang tanpa melihat orang lain yang juga harus untung. Semuanya harus untung dan tidak ada satupun yang dirugikan.

5. Fairness
Yaitu semacam kesetaraan atau perlakuan yang adil didalam memenuhi hak dan kewajibannya terhadap stake holder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar by connectiontours


Selengkapnya...


Free Web Site Counter
Photobucket


  



Masukan alamat email anda untuk berlangganan artikel yang ada di blog ini:

Di dukung oleh FeedBurner


Photobucket

Copy dan paste kode di atas kedalam blog kamu

Berlangganan
Entri [Atom]